BerandaKhazanahMengapa Rusaknya Rakyat Berawal dari Penguasa?

Mengapa Rusaknya Rakyat Berawal dari Penguasa?

JUNNAH.ID – Kondisi sebuah masyarakat sangat dipengaruhi oleh siapa yang memimpinnya. Ketika seorang pemimpin taat dan bertakwa, ia akan membimbing rakyatnya untuk menjalankan nilai-nilai kebaikan, ibadah, serta aturan agama. Sebaliknya, pemimpin yang fasik dan abai terhadap syariat justru dapat membawa rakyatnya ke arah kerusakan.

Dalam sudut pandang Islam, segala bentuk pelanggaran terhadap aturan agama dikategorikan sebagai al-jarimah atau kejahatan.

Pemimpin yang bertakwa tidak akan membiarkan kejahatan ini merajalela. Ia akan menegakkan aturan dengan adil, termasuk hukum yang tegas seperti qishash.

Penegakan hukum ini bukan sekadar memberikan sanksi, melainkan melahirkan ketakwaan dan menjamin keberlangsungan hidup yang harmonis di tengah masyarakat.

Lantas, bagaimana jika seorang pemimpin tidak mau menjalankan aturan tersebut? Tentu ia sulit dikatakan sebagai pemimpin yang bertakwa. Bahkan, di bawah kepemimpinan yang jauh dari nilai agama, hal-hal baik kerap dinilai salah. Aktivitas dakwah dan ajakan pada kebaikan sering kali dicap buruk atau dianggap mengganggu persatuan.

Imam Al-Ghazali pernah menegaskan, Fasadur ra’iyyah bi fasadil muluk, yang artinya rusaknya rakyat disebabkan oleh rusaknya para penguasa. Penegasan ini menjadi peringatan bahwa kesalehan dan keberhasilan suatu bangsa, berawal dari ketakwaan para pemimpinnya. Ketika penguasa menjadikan nilai-nilai kebaikan sebagai acuan hidup, rakyat pun akan tumbuh dalam ketenteraman dan kebaikan. (AI)

Sumber: KH Rohmat S Labib di akun tiktok @bengkel.iman1

Editor: Yusva Alam

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler

Terbaru