JUNNAH.ID — Majelis Ta’lim Fikrul Islam menggelar kegiatan bedah Buletin Kaffah edisi 458 bertajuk “Negara Wajib Melindungi Rakyat dari Bencana” pada Ahad (30/8/2026). Acara yang berlangsung pukul 07.00 hingga 09.00 WITA di pelataran Masjid Baiturahman, Kota Bontang tersebut menghadirkan Ustaz Ali Abu Naushah sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Ustaz Ali yang juga koordinator acara menjelaskan bahwa, Buletin Kaffah merupakan terbitan rutin mingguan yang konsisten merespons isu-isu terkini. Edisi kali ini menyoroti maraknya bencana di tanah air, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua.

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam World Risk Index (WRI), karena letak geografisnya di kawasan Ring of Fire. Namun, perhatian negara terhadap pencegahan dan mitigasi bencana dinilai masih minim. Hal ini terlihat dari alokasi anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada APBN 2026 yang hanya sebesar Rp491 miliar—angka terkecil dalam lima tahun terakhir.
“Penanganan pascabencana juga kerap tidak tuntas, seperti yang dialami korban banjir di Sumatra,” ujarnya.

Ustaz Ali menegaskan bahwa dalam pandangan Islam, negara memegang tanggung jawab penuh atas keselamatan rakyat. Terdapat enam langkah strategis yang wajib dilakukan negara:
• Membangun sistem peringatan dini.
• Menata tata ruang berbasis risiko bencana.
• Membangun infrastruktur mitigasi tahan gempa.
• Mencegah perusakan lingkungan dan pembalakan liar.
• Memberikan edukasi serta simulasi kebencanaan kepada masyarakat.
• Memastikan pemulihan pascabencana berjalan hingga tuntas.
”Penerapan syariat Islam secara menyeluruh menjadi solusi fundamental untuk mewujudkan kepemimpinan yang bertakwa, serta mengoptimalkan pendapatan negara di luar pajak guna mengurus kebutuhan rakyat,” imbuhnya.
Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah serta diskusi interaktif bersama para peserta.
Penulis: Yusva Alam
