JUNNAH.ID — Jemaah Masjid At Taubah, RT 41 Kelurahan Belimbing, Kota Bontang, mengikuti kegiatan Bedah Buletin Kaffah pada Sabtu (19/9/2026) ba’da magrib. Dalam acara tersebut, Ustadz Zulkifli hadir sebagai pemateri yang mengupas tuntas persoalan kemiskinan dan solusi mendasar menurut pandangan Islam.
Dalam pemaparannya, Ustadz Zul sapaan akrabnya menyoroti tiga persoalan utama dalam sistem ekonomi saat ini.
Pertama, terjadi kekacauan data dan kebijakan yang tidak adil. Pemerintah membagi penduduk dalam sepuluh desil, tetapi pelaksanaannya dinilai carut-marut. Warga miskin kerap terlewat dari bantuan, sementara kelompok berkecukupan justru masuk dalam daftar penerima. Selain itu, standar angka kemiskinan yang berubah-ubah dinilai hanya sekadar pemoles citra keberhasilan.

Kedua, kemiskinan yang terjadi saat ini merupakan kemiskinan struktural. Rakyat miskin sulit berkembang akibat hambatan sistemik, seperti terbatasnya akses pendidikan tinggi, modal, dan pekerjaan layak. Sebaliknya, kelompok kapitalis-oligarki semakin mudah menguasai sumber daya alam dan memengaruhi kebijakan. Akibat penerapan prinsip kapitalisme, ketimpangan ekonomi makin melebar, di mana 10 persen orang terkaya menguasai 60,2 persen kesejahteraan nasional.
Ketiga, Ustadz Zulkifli menegaskan bahwa Islam hadir sebagai solusi sempurna. Berbeda dengan sistem kapitalisme, Islam memandang kemiskinan bukan sekadar deretan angka, melainkan masalah keadilan penjaminan kebutuhan pokok (hajaat al-asasiyyah) bagi setiap individu—meliputi pangan, sandang, dan papan.
Sistem Islam mewajibkan negara bertindak sebagai pengurus rakyat (ra’in), bukan sekadar regulator. Negara wajib mengelola serta mendistribusikan sumber daya alam secara adil demi menjamin pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan secara gratis dan berkualitas. Melalui penerapan syariat Islam, masyarakat yang adil, sejahtera, dan bermartabat dapat diwujudkan secara menyeluruh.
Editor: Yusva Alam
