BerandaNewsAzerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Ratusan Siswa Boikot Sekolah dan Guru Mengundurkan...

Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Ratusan Siswa Boikot Sekolah dan Guru Mengundurkan Diri

JUNNAH.ID — Keputusan pemerintah Azerbaijan menerapkan standar seragam sekuler yang secara tidak langsung melarang penggunaan hijab di sekolah, memicu gelombang protes besar-besaran.

Meskipun aturan baru tersebut tidak secara eksplisit sebut kata “hijab”, larangan terhadap pakaian yang dinilai melanggar prinsip sekularisme negara membuat banyak siswi dan guru berkerudung dilarang mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

Mengutip dari Republika.co.id disebutkan, aksi demonstrasi merebak di berbagai wilayah, salah satunya di kawasan Balakhani, Baku. Para orang tua dan murid turun ke jalan menyuarakan penolakan.

Sebagai bentuk solidaritas, ratusan siswa memilih memboikot kegiatan sekolah. Kebijakan ini juga memukul para tenaga pendidik; sejajaran guru dipaksa melepas penutup kepala atau mengundurkan diri.

Di beberapa daerah, unjuk rasa berlangsung ricuh hingga terjadi aksi pembakaran mobil kepala sekolah dan penyerobotan gedung. Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan menyatakan telah membuka kasus pidana dan menahan sedikitnya 37 orang.

Protes bahkan berhembus dari dalam penjara, di mana jurnalis Polad Aslanov menggelar aksi mogok makan sebagai bentuk perlawanan atas dugaan pelanggaran hak-hak konstitusional tersebut.

Pemerintah melalui Azerbaijani Press Agency (APA) menegaskan bahwa, penetapan seragam bertujuan menjaga standar profesional dan mencerminkan asas negara sekuler. Namun, kebijakan di negara dengan mayoritas 96 persen penduduk Muslim ini menuai kritik tajam dan merembet ke mancanegara.

Aksi solidaritas meluas hingga ke Turki, di mana massa menggelar unjuk rasa di depan Konsulat Azerbaijan di Istanbul. Publik Turki menilai situasi ini serupa dengan peristiwa “kudeta pascamodern” 1997 di negara mereka, saat perempuan berhijab dilarang mengakses pendidikan tinggi dan pekerjaan publik.

Menanggapi gejolak tersebut, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev melontarkan kritik terselubung yang meminta pihak luar tidak mencampuri gaya hidup negaranya.

Di sisi lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pidatonya di PBB, sempat menyinggung kian meningkatnya diskriminasi terhadap perempuan Muslim di berbagai belahan dunia. (AI)

Sumber: Republika.co.id

Editor: Yusva Alam

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler

Terbaru