JUNNAH.ID – Sering kali seseorang menunda tindakan baik dan lalai dalam beribadah karena merasa yakin masih memiliki umur yang panjang. Padahal, tidak ada satu pun manusia yang dapat menjamin kehidupan atau keselamatan dirinya bahkan untuk beberapa saat ke depan.
Rasa percaya diri yang berlebihan mengenai masa depan ini dijelaskan dalam kitab Adabud Dunya wad Din karya Al-Mawardi. Dalam kitab tersebut, Al-Hasan Al-Bashri menegaskan bahwa ketika seseorang memanjangkan angan-angannya mengenai masa depan, kualitas perbuatan dan amalnya justru akan rusak.
Panjang angan-angan membuat manusia tergoda untuk terus menunda kewajiban dan tidak memberikan usaha terbaiknya saat ini.
Sebagai ilustrasi, bayangkan jika Allah memberitahukan bahwa hari ini adalah hari terakhir kita di dunia dan tidak ada lagi hari esok. Dalam situasi tersebut, tentu kita akan beribadah dan berbuat baik dengan sungguh-sungguh tanpa menunda sedikit pun, karena kita menyadari tidak ada lagi kesempatan berikutnya.
Oleh karena itu, hendaknya setiap ibadah dan kesempatan yang dimiliki hari ini disikapi seolah-olah menjadi yang terakhir dalam hidup.
Dengan menanamkan kesadaran tersebut, seseorang akan terdorong untuk senantiasa memberikan hasil dan amalan terbaik dalam setiap tindakannya. (AI)
Sumber: akun tiktok @khhafidzabdurrahman
Editor: Yusva Alam
