Banyak orang merasa istikamah itu berat. Alasannya sederhana: kita merasa tidak dapat apa-apa jika jujur dan taat.
“Kalau jujur mana bisa untung?”
“Kalau mau jabatan ya harus jilat.”
Pikiran seperti ini membuat kita mengira agama justru menghambat cita-cita kita.
Padahal, ketika kita memilih istikamah dalam ketaatan kepada Allah, ada dua hal besar yang pasti kita dapatkan. Mengutip dari penjelasan Ustad Ismail Yusanto dalam akun IG yusanto_ismail dijelaskan bahwa:
Pertama: Jalan yang Lurus
Istikamah membuat hidup kita terarah. Kita tahu tujuan dan tidak mudah terombang-ambing oleh cara-cara curang.
Kedua: Berkah
Berkah artinya bertambahnya kebaikan dan pahala. Pahala untuk akhirat, kebaikan untuk dunia.
Dalam sebuah Hadis Qudsi, Allah berfirman: “Jika hamba-Ku menaati-Ku, maka Aku rida. Dan jika Aku rida, maka Aku berikan berkah.”
Jadi kuncinya hanya satu: meraih rida Allah. Dan cara meraih rida Allah adalah dengan taat sepenuhnya kepada-Nya.
Jangan takut rugi karena istikamah. Karena kerugian terbesar justru ketika kita meninggalkan ketaatan demi keuntungan sesaat.
Pilih istikamah. Karena di sanalah ada jalan lurus dan berkah hidup dunia akhirat. (MetaAI)
Editor: Yusva Alam
