JUNNAH.ID – Kekuasaan kerap dipandang sebagai puncak pencapaian, padahal dalam pandangan Islam, ia merupakan amanah yang luar biasa berat. Dalam sebuah perbincangan mendalam di kanal Instagram Dadstalk.nwip milik Indra Priawan, Ustaz Fatih Karim mengingatkan kembali sebuah pesan tajam yang seharusnya membuat setiap penguasa gemetar.
Bukan doa biasa dari seorang ulama atau penceramah, melainkan doa langsung dari Rasulullah SAW yang tertera dalam hadis riwayat Imam Muslim:
“Ya Allah, barang siapa yang diangkat mengurusi urusan umatku, lalu ia menyusahkan dan menyengsarakan mereka, maka sengsarakanlah dia di dunia dan di akhirat. Dan barang siapa yang diangkat mengurusi umatku, lalu ia dikasihi serta dicintai rakyatnya, maka cintailah dia hingga hari akhirat.”
Pesan ini menjadi pengingat yang sangat lugas:
• Untuk Pemimpin yang Zalim: Menyengsarakan rakyat bukan sekadar memicu kemarahan publik, melainkan mengundang doa keburukan langsung dari Nabi Muhammad SAW.
• Untuk Pemimpin yang Adil: Mengayomi dan mempermudah urusan masyarakat akan mengganjar mereka dengan kasih sayang Allah SWT hingga akhirat.
Ketika takhta dan jabatan kelak sirna, doa Rasulullah SAW inilah yang akan tetap berlaku tanpa batas waktu. Akankah kekuasaan itu membawa keberkahan, atau justru menjadi jalan menuju kesengsaraan yang nyata?.
Penulis: Yusva Alam
