BerandaKhazanahTumpulnya Hati: Saat Dosa Tak Lagi Terasa Dosa

Tumpulnya Hati: Saat Dosa Tak Lagi Terasa Dosa

JUNNAH.ID – Maksiat tidak hanya mendatangkan dosa, tetapi juga merusak cara pandang manusia. Bahaya terbesar dari perbuatan maksiat yang dilakukan terus-menerus adalah hilangnya istiqbah dari dalam hati.

Istiqbah adalah rasa benci atau pandangan buruk terhadap kemaksiatan. Secara fitrah, hati manusia akan merasa risih dan bersalah saat melihat atau melakukan keburukan. Namun, ketika seseorang terus tenggelam dalam dosa, perasaan tersebut perlahan mencabut kesadarannya (insilakhun minal qalbi istiqbahuha).

Akibatnya, standar moral dalam hatinya bergeser:

• Keburukan yang jelas-jelas dilarang mulai dianggap sebagai hal biasa.

• Perbuatan dosa dipandang tidak bermasalah, aman-aman saja, bahkan dinilai baik.

• Hilang rasa takut dan penyesalan setelah melanggar aturan agama.

Kondisi inilah yang menandakan bahwa hati seseorang telah terkontaminasi dampak buruk maksiat. Ketika penilaian hati sudah tumpul, maksiat tidak lagi memicu rasa bersalah, melainkan berubah menjadi kebiasaan hidup sehari-hari.

Menjaga sensitivitas hati agar tetap benci pada dosa adalah benteng utama, agar seseorang tidak terjebak dalam normalisasi maksiat. (AI)

Sumber: Instagram KH Hafidz Abdurrahman, MA

Editor: Yusva Alam

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler

Terbaru