BerandaNewsKurikulum Baru Texas Wajib Ajarkan Islam Kejam dan Radikal Tuai Gelombang Kecaman

Kurikulum Baru Texas Wajib Ajarkan Islam Kejam dan Radikal Tuai Gelombang Kecaman

JUNNAH.ID — Langkah Dewan Pendidikan Negara Bagian Texas menyetujui kurikulum studi sosial baru menuai gelombang kecaman keras dari politisi Muslim hingga organisasi hak-hak sipil di Serikat Buruh Amerika Serikat. Kebijakan yang disahkan melalui pemungutan suara 8-4 oleh dewan yang didominasi Partai Republik ini dinilai diskriminatif karena memiringkan narasi agama Islam di sekolah negeri.

Mengutip dari Republika.co.id disebutkan bahwa Anggota legislatif Muslim Texas, Salman Bhojani, menegaskan bahwa pemisahan narasi sejarah yang timpang bukanlah bentuk pendidikan yang layak. Menurutnya, seluruh siswa di Texas berhak mendapatkan materi sejarah yang akurat, lengkap, dan adil, tanpa ada upaya sensor maupun fabrikasi.

Kecaman tajam turut dilontarkan oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi hak-hak sipil Muslim terbesar di AS. CAIR menilai sekolah negeri tidak sepatutnya memaksa tenaga pendidik dan siswa untuk memojokkan agama tertentu.

CAIR menekankan bahwa mengajarkan sejarah agama adalah kewajiban, namun merendahkan Islam sembari mengistimewakan agama lain merupakan bentuk pelanggaran prinsip keadilan.

Kurikulum yang berdampak pada sekitar lima juta siswa ini dijadwalkan berlaku mulai tahun ajaran 2030-2031. Di bawah aturan baru tersebut, pengajaran difokuskan pada pemahaman positif atas Kekristenan dengan kutipan Alkitab. Sebaliknya, pembahasan masa awal Islam dikemas secara peyoratif dengan menyoroti penawanan perempuan, perbudakan, serta melabeli kampanye militer awal Islam dan peristiwa 11 September 2001 sebagai tindakan radikal.

Kebijakan ini kian mempertegas deretan langkah kontroversial pemerintah setempat yang dinilai melangkahi prinsip konstitusi AS terkait pemisahan gereja dan negara.

Sebelumnya, Gubernur Texas Greg Abbott kerap menentang akomodasi warga Muslim, mulai dari pembatalan fasilitas wudhu di Bandara Dallas-Fort Worth hingga upaya penghentian proyek permukiman Muslim.

Editor: Yusva Alam

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler

Terbaru