JUNNAH.ID – Kemarau panjang belum menemukan titik akhir. Hujan pun belum mengguyur. Menghadapi kondisi kekeringan berkepanjangan tersebut, Pemkot Bontang, ormas Islam, dan warga Bontang mulai mengambil langkah spiritual dengan menggelar Salat Istisqo.
Dari beragam sumber yang dirangkum redaksi Junnah.id, tercatat sudah terlaksana 3 kali Salat Istisqo di Kota Taman – sebutan Kota Bontang -. Bahkan salat sunnah ini masih akan terus dilaksanakan warga Bontang, untuk meminta Allah SWT agar segera diturunkan hujan.
Berikut 3 pelaksanaan Salat Istisqo yang pernah digelar di Bontang:

1. PDM Bontang Salat Istisqo di Sekolah Kreatif
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bontang melaksanakan Salat Istisqa di Sekolah Kreatif Muhammadiyah, Kamis (27/8/2026) sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kemarau panjang.
Bertindak sebagai imam sekaligus pemimpin jalannya Salat Istisqa adalah Ustadz Anwar Sadad. Diikuti secara khusyuk oleh seluruh siswa beserta civitas akademika sekolah tersebut.
Melalui momentum ini, Muhammadiyah Bontang tidak hanya mengajak elemen masyarakat untuk berdoa, tetapi juga aktif menyuarakan pesan agar warga terus menjaga kelestarian lingkungan, menggunakan cadangan air secara bijak, dan memperkuat kepedulian sosial kepada sesama yang terdampak kekeringan.

2. Pemkot Bontang dan Kodim 0908
Di tengah ancaman musim kemarau dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemkot Bontang mendukung penuh inisiatif Kodim 0908/Bontang yang menyelenggarakan Shalat Istisqa di Lapangan Kodim 0908/Bontang pada Sabtu (29/8/2026).
Pelaksanaan ibadah dan doa bersama ini dipimpin oleh Ustaz Mustamin Sail.
Ia menjelaskan bahwa Shalat Istisqa ini adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon hujan yang bermanfaat guna mendinginkan suhu, menyuburkan tanaman, dan memadamkan sisa kebakaran lahan di Kota Bontang.
3. Salat Istisqo di Lang-Lang
Ribuan warga Kota Bontang mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Jalan KS. Tubun, Kelurahan Api-Api, Sabtu (5/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bontang, dimulai sekitar pukul 08.00 Wita.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan ikhtiar, baik secara lahir maupun batin, dalam menghadapi kondisi kemarau panjang yang terjadi saat ini.
Neni juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat, selama musim kering.
Di kesempatan yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang, KH. Misbahul Munir mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar dan taubat, sebagai bentuk introspeksi diri sekaligus kepedulian terhadap kelestarian alam.
Tak berhenti sampai di situ, warga Bontang terlihat masih akan terus melaksanakan Salat Istisqo. Seperti yang dilakukan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bontang Barat.
Sholat Istisqo dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 6 September 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. Kegiatan dipusatkan di lapangan halaman Musholla Al Multazam, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat.
Sholat istisqo adalah shalat sunnah mu’akkadah (sangat dianjurkan), yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan. Dikerjakan secara berjamaah di tanah lapang sebanyak dua rakaat tanpa azan dan iqamah.
Penulis: Yusva Alam
