JUNNAH.ID – Merek pakaian olahraga asal Jerman, Adidas, kembali menjadi sorotan dunia akibat langkah kontroversial dalam strategi pemasarannya. Melalui program One Shoe Service—inisiatif penjualan satu sepatu seharga separuh harga bagi penyandang amputasi—Adidas menggandeng mantan tentara Israel (IDF), Shalev Biton, sebagai sosok utama dalam kampanye di Israel.
Langkah tersebut memicu gelombang kritik pedas hingga seruan boikot berskala internasional dari warganet dan para aktivis kemanusiaan.
Kontras Tajam di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza
Keterlibatan Biton—yang kehilangan kaki kirinya saat beroperasi di Gaza pada 2021—dinilai publik sebagai bentuk pencitraan yang mengabaikan penderitaan warga sipil Palestina.
Banyak pihak mempertanyakan etika Adidas yang mengusung narasi inklusivitas dan empati difabel melalui sosok prajurit militer, di saat agresi militer Israel di Gaza telah menewaskan dan melukai puluhan ribu jiwa serta menciptakan krisis disabilitas permanen massal.
Sebagaimana dihimpun dari Republika.co.id, gelombang kecaman ini didasari oleh sejumlah kondisi ketimpangan di lapangan:
• Normalisasi Propaganda: Kampanye tersebut dinilai memanusiakan prajurit militer, tetapi menutup mata terhadap ribuan warga Gaza yang menjadi korban serangan.
• Blokade Bantuan Medis: Berbeda dengan akses fasilitas yang didapatkan tentara Israel, korban amputasi di Gaza justru kesulitan menerima bantuan alat medis dan kaki palsu akibat ketatnya pembatasan pintu masuk oleh militer Israel.
• Rekor Amputasi Tertinggi: Jalur Gaza mencatatkan angka cedera berat dan amputasi anak per kapita tertinggi, dengan ribuan penyintas kehilangan anggota tubuh akibat konflik berkepanjangan.
Komentar Warganet
Kampanye ini pun memicu kecaman di media sosial, di mana warganet menyerukan boikot terhadap Adidas atas keputusannya menampilkan Biton.
Warganet mempertanyakan keputusan Adidas menggaet sosok tentara Israel dalam kampanye yang mengusung pesan inklusivitas serta dukungan bagi orang yang mengalami amputasi.
Beberapa warganet juga membandingkan kisah Biton dengan kondisi warga Palestina di Gaza yang mengalami luka berat dan kehilangan anggota tubuh akibat serangan militer Israel.
“Beginilah cara kerja propaganda, Memanusiakan tentara, namun melenyapkan sosok warga Palestina yang menjadi sasaran bom,” komentar warganet dengan akun @haroon**,
“Sayang sekali, adidas. Dulu saya sangat menyukai sepatu Anda, tetapi mulai sekarang saya akan memboikot merek ini karena telah mendukung IDF,” kata warganet lainnya.
Reaksi keras publik kali ini menegaskan bahwa publik menuntut konsistensi moral dari merek-merek global dalam setiap narasi produk yang mereka bawakan.
Editor: Yusva Alam
