BerandaPOVJalan Amblas Bikin Celaka Bus VS Truk, Teringat Kisah Umar Takut Keledai...

Jalan Amblas Bikin Celaka Bus VS Truk, Teringat Kisah Umar Takut Keledai Terperosok

Oleh:
Yusva Alam
Pimred Junnah.id

JUNNAH.ID – Jalan Poros Bontang – Sangatta atau Bontang – Samarinda kerap menimbulkan kecelakaan. Lantaran rusaknya kondisi jalan.

Seperti yang terjadi baru-baru ini. Senin (21/9/2026) kemarin, bus karyawan tambang ‘adu banteng’ dengan truk. Kecelakaan ini menyebabkan rusak parahnya bagian depan kedua kendaraan, lantaran tumbukan keras keduanya. Kondisi ini membuat supir truk terjepit. Beruntungnya tak ada korban jiwa. Kedua supir dan para karyawan yang berada di dalam bus tidak mengalami luka berat.

Dijelaskan dalam berita yang dibagikan Radarbontang.com, salahsatu media lokal di Bontang, Kalimantan Timur. Kejadian yang terjadi di Jalan Poros Bontang – Sangatta atau dekat Gapura Selamat Datang Bontang itu, diakibatkan bus karyawan saat berusaha menghindari jalan rusak. Kondisi jalan amblas serta adanya gundukan membuat supir mengarahkan bus ke bagian jalan yang lebih aman. Namun naas saat menghindari jalan itu, bus bertabrakan dengan truk dari arah depan.

Saya langsung teringat kisah yang cukup terkenal dari Umar bin Khattab. Saat itu Umar merupakan khalifah Islam. Ia pernah mengungkapkan kegelisahan yang masyhur.

“Seandainya seekor keledai terperosok di Irak, aku takut Allah akan menanyakanku: Mengapa engkau tidak meratakan jalan untuknya, wahai Umar?”

Dari perkataannya itu, kita bisa lihat betapa takutnya Umar dengan amanah kepemimpinan di hadapan Allah kelak.

Apabila dengan hewan yang mengalami celaka, lantaran keteledorannya sebagai pemimpin saja sebegitu takutnya, apalagi jika manusia yang berada di bawah naungannya yang mengalami celaka. Lantaran jalan merupakan fasilitas umum. Menjadi tanggung jawab pemimpin untuk memperhatikan kondisinya agar tidak mencelakai siapapun.

Ungkapan Umar seharusnya menjadi contoh bagi pemimpin saat ini. Karena Umar menunjukkan betapa besar rasa tanggung jawab seorang pemimpin atas keselamatan dan kesejahteraan makhluk di bawah kepemimpinannya—bahkan terhadap seekor hewan sekalipun.

Jika keselamatan hewan saja dicemaskan oleh Umar, maka kelalaian terhadap keselamatan dan hak-hak manusia tentu memiliki pertanggungjawaban yang jauh lebih berat di hadapan Allah SWT.

Memperbaiki fasilitas umum seperti jalan raya merupakan bagian dari kewajiban penguasa atau pemimpin, agar tidak mencelakai rakyat yang melintas.

Wallahu a’lam bisshowab

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler

Terbaru