Oleh:
Yusva Alam
Pimred Junnah.id
JUNNAH.ID – Viral di media sosial pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto yang menyebut para pakar itu g#bl@k.
Dari berbagai potongan video yang beredar, kalimat viral itu, “Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok,” ujarnya disampaikan saat pidato di perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada Jumat, 18 September 2026.
Kalimat itu diucapkan, lantaran ia menyindir sejumlah pakar dan pengamat yang dianggapnya melontarkan kritik tidak objektif, hingga berujung pada fitnah terhadap kebijakan pemerintah. Padahal banyak sekali pakar yang berupaya mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintahan saat ini berdasarkan data.
Kok bisa ya kata-kata itu keluar dari seorang presiden? pakar ini kan orang-orang yang berpendidikan tinggi. Expert di bidangnya masing-masing.
Kalau kita menilik Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi pakar adalah orang yang ahli/spesialis. Orang yang mempunyai keahlian dalam bidang ilmu tertentu, seperti biologi, kimia, fisika, dll.
Jadi, pakar berarti orang yang memang ahli di bidangnya. Wajar dong kalau para pakar ini mengkritik kebijakan yang dianggapnya tidak baik berdasarkan data yang terungkap.
Seharusnya pak prabowo bisa menerima setiap kritikan itu. Menjadikan kritikan sebagai bahan evaluasi pemerintahannya saat ini yang dianggap carut marut.
Coba kita tengok apa perkataan Rasulullah Muhammad SAW terkait kepakaran ini.
Di sebuah Hadits disebutkan
“Apabila amanah sudah hilang, maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu (Arab Badui) bertanya, “Bagaimana hilangnya amanat itu?” Nabi saw menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat.” (HR. Al-Bukhari).
Mengutip dari NUonline, secara gamblang, makna hadits di atas mempertegas ketika peran-peran penting di tengah masyarakat diberikan pada sosok yang tidak memiliki kompetensi dan keahlian dalam memimpin, mengelola, dan mengurus maka kehancuran pun akan datang.
Sudah terbukti atau belum? menteri kehutanan diserahkan pada yang bukan ahli kehutanan, menteri olahraga dan pemuda tapi latar belakang pengusaha dan politikus. Masih ada lagi?
MBG terus jadi kontroversi, praktik korupsi tak pernah berhenti, hutang negara makin menumpuk, coba sebutkan apa lagi!
Wallahu a’lam Bishowab
